Google Search

Saturday, May 10, 2008

Nyaak.. Minyaaak!

Huwaaaa...!! Harga minyak bakalan naik lagiiiiii...!
Itu artinya:
  • Harga gorengan bakalan naik. Alasannya karena bahan bakar naik. Biaya angkut juga naik.
  • Biaya ongkos mikrolet ke kampus juga naik. Sudah pasti banget yang satu ini.
  • Harga buku & komik juga naik. Kakakku yang kerja di Elex bilang semua harga komik sudah naik 15 ribuan kalo nggak salah. Alasannya karena biaya produksi kertas naik lagi T_T.
  • Dan masih banyak lagi.....

Sebagai mahasiswa pastinya hal ini menyulitkan saya. Saya tinggal dengan keluarga kandung, karena saya berkuliah di kota kelahiran sendiri. Tapi bagi orang-orang rantau hal ini pasti menyusahkan sekali. Kata "BBM naik" sama artinya dengan siap-siap puasa Senin-Kamis. Kiriman belum tentu naik. Yah, begitulah.

Hari ini dan seterusnya sepertinya kita akan dibosankan lagi dengan berita-berita demo yang dilakikan oleh semua mahasiswa di seluruh Indonesia. Bakal ada lagi 'api unggun' di jalan. Bakal ada lagi lomba lari maraton menghindari kejaran petugas. Bakal ada lagi teriakan-teriakan keras menentang pemerintah.

Sementara pemerintah akan adem-adem saja duduk di puncak kekuasaan, seolah-olah tidak terjadi masalah di luar sana. Presiden berkunjung ke kota A, maka kota itu (atau cuma yang didatangi Presiden) akan diperbaiki. Kalau bengini, kok, rasanya presiden seperti orang yang diolok-olok, ya? Seperti orang yang dituntun dan tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Dan karena yang dilihatnya baik-baik saja maka dia pun menyatakan demikian. Aneh..

Jadi kepikiran ide bagus, nih. Kali-kali aja ada aktivis yang membaca tulisan orang yang jdai'edan' karena BBM ini. Gimana kalau buat festival musik akbar yang dilakukan di Jakarta, dan pesertanya adalah semua mahasiswa yang berasal dari seluruh universitas di Indonesia. Di situ semuanya nyanyikan lagu-lagu yang menyinggung pemerintah, sama yang seperti dilakukan SLANK. Sepertinya cuma itu caranya untuk menyentuh telinga pemerintah yang sudah rada-rada budeg (maklum produk lama, udah tua gitu). Kalo mereka marah-marah artinya berhasil, kan? Kalo perlu ajakin SLANK sekalian. Kalo bisa juga semua masyarakat liatin acaranya, jadi mereka tau apa yang disuarakan.

Tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan yang tinggi seperti mahasiswa. Jadi kalo bicara pake bahasa tinggi, nggak semua ngerti. Cara terbaik untuk ngertiin mereka, ya, lewat seni (teatrikal ato musik). Sepertinya sudah saatnya menggunakan kemampuan musik untuk bersuara.

Fiuh, uneg-uneg udah dilepaskan. Moga-moga si "gila" ini nggak ditangkap polisi cyber karena dikira memprovokasi *halah!* :). See you next time!

May GOD Bless Us!

No comments: