Mahasiswa, kila mendengarkan kata ini seketika kita akan mengingat sekelompok orang yang menuntut ilmu yang lebih tinggi dari masyarakat awam. Segala idealisme yang mereka anut. Segala paham yang mereka pegang. Segala impian yang dititipkan masyarakat awam pada mereka agar membangun bangsas ini dengan baik. Kesemuanya itu telah tertuang dalam sebuah pernyataan yang dikenal sebagai "Tri Dharma Perguruan Tinggi". Saya sendiri sebagai mahasiswa agak lupa-lupa ingat bunyinya, tetapi intinya adalah kewajiban mahasiswa untuk menuntut ilmu, mengabdi pada masyarakat. Satu lagi saya lupa (hehehehe).
Tapi yang dilihat masyarakat awam saat ini adalah hal yang sedikit banyak membuat tri dharma ini menjadi kabur. Seperti yang kali ini terjadi (lagi) di kampus saya sendiri. Tawuran antarfakultas hanya karena masalah sepele, biasanya karena saling ejek. Salah satu pihak merasa harga dirinya (atau fakultasnya) terhina dan dilukai, lalu melapor kepada kelompoknya untuk memberikan 'pelajaran baik, yang tidak akan ditemuklan di ruang kuliah. Atau karena salah satu pihak sengaja mencari gara-gara dengan memukul pihak lainnya. Dan sayangnya hal ini terjadi di seluruh Indonesia.
Ada ungkapan yang mengatakan kampus adalah miniatur dari masyarakat, sebuah masyarakat kecil yang menggambarkan masyarakat itu sendiri. Di dalam kampus genta demokrasi digaungkan, sehingga tidak heran mahasiswa seringkali turun ke jalan untuk bersuara. Dalam kampus juga berkembang pola pikir kritis dan ilmiah, di mana semua hal harus memiliki logika dan segala tindakan dilakukan dengan teliti. Dalam kampus yang sangat aristokrat dan ilmiah ini pula sikap barbar dan primitif, yang memang kadang kala dapat kita jumpai di lingkungan masyarakat, dapat kita lihat muncul sesekali bagaikan gejala penyakit yang kadang hilang kadang muncul. Ironis memang, tapi sepertinya dorongan dari "darah muda" yang menggelora dalam dada masih belum dapat diredam sepenuhnya.
Mahasiswa adalah suatu keironisan. Namun mahasiswa juga hari depan bangsa. Pilar masa depan bangsa. Mahasiswa yang mengaku nasionalis sebaiknya sejak sekarang menentukan arahnya sekarang. Apakah ingin mengemban mimpi dan harapan bangsa atau ingin menjadi penghancur bangsa sendiri.
Majulah pendidikan di Indonesia! Semoga saja idealisme mahasiswa tidak menghilang, di kala mereka berada dalam sistem masyarakat.......
No comments:
Post a Comment