Google Search

Friday, May 2, 2008

Unsolved Mystery: lagu "Balonku"

Harap jangan terlalu serius dengan tulisan di atas. It's just for refreshing, gitu :) Yang tinggal di Indonesia pastinya mengetahui lagu yang satu ini (moga-moga masih ada yang ingat lagu di masa kecilnya ini). Silakan baca dengan santai pake kopi and gorengan *slrp,slrp,glek* :)Kira-kira syairnya begini:
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Merah, kuning, kelabu,
Merah muda, dan biru.

Meletus balon hijau, DOR!!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat.

Perhatikan tulisan yang diwarnai. Sudah temukan keganjilannya? Keganjilannya adalah balon yang dipegang sang anak yang menyanyi tidak ada yang hijau. Lalu balon siapakah itu?
Kalau dilogiskan (halah!) maka kejadiannya begini:
Sang anak pergi ke pesta ulang tahun temannya. Seperti halnya ulang tahun di zaman lagu ini diperkenalkan, tiap anak akan mendapat balon (kalo jaman sekarang, mungkin udah beda kali, ya) atau mereka dapat mengambil balon manapun yang mereka sukai. Si anak ini mengambil lima balon yang dia sukai, merah, kuning, hijau, merah muda, dan biru. Suatu saat, balon yang dimiliki seorang temannya yang terkenal jahil meledak (nggak tau meledak sendiri ato dia yang ngeledakin). Si anak terkejut dan hatinya jadi kacau (kali tuh anak latahan ato apa :)). Si anak yang jahil ini nggak suka kalo balonnya pecah. Dia pun melihat anak yang punya lima balon. Mendekat..mendekat..mendekat. Si anak yang punya lima balon tau kalo balonnya mau diambil, dan hatinya makin kacau. Zep! Balon anak yang menyanyi diambil satu. Balonnya tinggal empat, dan karena nggak mau diambil lagi sama yang lain balon-balon itu dipenganginya erat-erat. Nah, balon yang meledak itu warnanya hijau. Kira-kira gitu kejadiannya kali, ya?

Yah, itu tadi cuma kemungkinan adanya bullying dalam lagu tersebut. Tapi dalam kenyataannya nggak seperti itu (mungkin ^ ^;). Menurut pengarangnya dalam sebuah acara yang telah bertahun-tahun lampau saya saksikan, kalo nggak salah dikatakan kalo lagu ini awalnya nggak seperti ini. Balon hijau (kalo bukan merah muda) nggak pernah ada dalam lagu. Lha, kalo begitu darimana balon hijau (atau merah muda?) itu datang, ya? Menurut pengarangnya, lagu ini mengalami perubahan seturut dengan seringnya lagu ini dinyanyikan. Orang mencari-cari kata bunyi yang enak buat dilagukan. Dan hasilnya seperti sekarang ini, dengan unsolved mystery-nya :).

BTW, kayaknya lagu ini sudah jarang dinyanyikan lagi oleh anak-anak jaman sekarang. Mereka sudah nggak menyanyikan lagi lagu anak-anak. Entah karena lagu anak-anak udah nggak ada sama sekali, atau anak-anak yang gengsi buat menyanyikan lagu anak-anak yang sudah kuno. Sejak tahun 1998-2001, bisa dikatakan lagu anak-anak mengalami kemunduran. Artis anak-anak yang saya ingat masih sempat terkenal adalah Joshua dan Tasya. Mereka menyanyikan lagu-lagu yang memang diperuntukkan untuk anak-anak seumuran mereka (zaman itu mereka masih kecil-kecil). Penyanyi kecil saat itu sebenarnya masih ada beberapa, tapi saya kurang kenal (ato lupa?) namanya. Setelah tahun 2003 sampai sekarang lagu yang muncul mulai terdegradasi (halah!) kualitasnya, baik secara vokal maupun artian lagunya. Penyanyi-penyanyi cilik yang muncul pada zaman itu seperti dipaksakan mengorbit oleh orang tua mereka. Seolah-olah mereka yang punya mimpi untuk terkenal, tapi menyuruh anak-anak kecil usia 3 sampai 5 tahu untuk bernyanyi. Lebih bagus suara mereka yang jadi latar belakang (penyanyi latar) dari bintangnya sendiri! Dan karena mutunya NGGAK BAGUS SAMA SEKALI dan NGGAK MENJUAL SAMA SEKALI, nama mereka yang diorbitkan dengan modal jutaan nggak sedikit tenggelam dan hilang ditelan belantara musik. Proyek ambisius sang orang tua pun gagal. Dan karena lagu anak-anak dianggap nggak laku buat dijual, lagu-lagu jenis ini lenyap perlahan-lahan. Dan kini yang menggantikan adalah lagu-lagu orang dewasa yang artinya belum mereka pahami secara total. Sedih juga melihatnya. Kalo melihat acara "Idola Cilik" d i RCTI pasti tau apa yang saya maksudkan. Ini bukan untuk mendiskreditkan acara, loh.

Lagu-lagu kayak "Balonku" atau yang lainnya sudah digantikan lagu-algu dangdut seperti Jablay, Kucing Garong, atau lagu-lagu dari Ungu, Peterpan, atau Nidji. Ngomong-ngomong ada nggak dari mereka yang paham betul apa itu Jablay atau Kucing Garong? Kalo ditanyai mereka belum tentu paham. Kalau begini terus, apakata dunia?

Semoga ada yang mau memproduseri lagu anak-anak yang bagus dan menciptakan lagu anak-anak bagi anak-anak kecil di negeri kita.

May GOD Bless Us!

2 comments:

Yafeth said...

I hope so! How about you?

animaster said...

yafeth, revisi terakhir lyrics lagu tadi adalah:

balonku ada lima,rupa2 warnanya
hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru

meletus balon hijau, dor!!
--> tetap sama sampai akhir

intinya misteri sudah dipecahkan :-)