Hari ini bakalan sibuk sekali. Sekarang saya harus bersiap untuk presentasi di depan dosen tentang percobaan kimia yang harus daicari sendiri prosedurnya. Lumayan lama dan sulit. Sebelum bisa dipresentasikan, percobaan tersebut harus diujicobakan lebih dulu. Dan sebenarnya uji coba saya bisa dibilang... gagal! Kenapa? Karena ukurannya tidak pas. Perbandingan yang harusnya 1:1 malah menjadi 1:10! Tapi teori yang bakal di presentasikan sudah kuperbaiki. Semoga saja tidak gagal saat diujikan nanti dalam praktikum.
Sorry, bagi yang baca ini dan mungkin nggak mengerti. Ini adalah uneg-uneg yang ingin dicurahkan di sini. Jai mahasiswa memang nggak mudah. Apalagi yang di Kimia seperti saya. Tapi meskipun sulit, saya tetap bertahan di Jurusan Kimia. Alasannya? Meskipun susah dan njelimet saya suka kimia.
Sebagai calon kimiawan, saya belajar banyak hal di sini. Salah satunya tentang memandang dunia. Saya melihat dunia dan materi hanyalah sesuatu yang biasa saja. Bagi saya, intan tidak jauh berbeda dari batang pensil yang dipakai anak SD, hanya susunannya saja yang berbeda. Emas hanyalah sebuah unsur, sama seperti yang lainnya.
Selain itu, saya juga belajar betapa hebatnya Sang Kreator menciptakan semua ini. Semakin saya belajar, semakin saya takjub. Bukankah itu tujuannya belajar? Bukankah itu gunanya kita punya akal? Bukan untuk membodoh-bodohi orang lain atau menghancurkan peradaban atau menganggap TUHAN tidak ada. Bukan! Melainkan untuk mengajar yang belum mengetahui, membangun peradaban, dan memuji Sang Pencipta Agung.
May GOD Bless Us!
No comments:
Post a Comment