Google Search

Friday, April 4, 2008

Pemblokiran?!

Dengar dari pemberitaan, bulan April ini katanya peraturan pemerintah yang sempat "menghebohkan" jagad jejaringan Indonesia -pemblokiran itu, lho- akan diberlakukan. Katanya situs yang akan 'nggak bener' di Inonesia (host Indonesia) bakal ditutup Tapi apakah benar demikian?
Tadi iseng-iseng membuka sebuah situs untuk melihat apakah situs tersebut masih ada atau tidak. Tenang, alamatnya tidak akan saya beri demi menjaga kebersihan blog saya ini. Ternyata situs tersebut masih ada!! Situs yang diambil dari nama binatang yang suka hinggap di sampah ini merupakan situs yang termasik privat. Menurut berita yang saya dengar dari Reportase Trans TV, situs 'gelap' dan 'nggak bener' semacam ini tidak dibredel (kalo nggak salah nangkap begitu), entah apa alasannya. Mestinya situs-situs demikian dibredel juga, karena tidak jauh beda dengan situs-situs sejenisnya. Kalau dibuat seperti ini, seolah-olah pemerintah memberi celah bagi anak-anak SMP untuk membuka situs-situs tersebut (kalau sudah dewasa, sih, sudah tergantung orangnya, karena sudah bisa memilih-milih yang harus dilihat).
Ada lagi, di situs Google.com situs-situs demikian masih merajalela. Beberapa di antaranya dapat dilihat apabila kita mengakseskan keyword sederhana semacam nama binatang. Catat: nama binatang! Kalau ada anak baik-baik (cowok) yang sebenarnya nggak mau buka yang begituan tapi dapatnya yang begituan , di urutan teratas pula, bisa jadi bakalan ikut-ikutan melihat. Contohnya kalau ada anak sekolah yang mau mencari segala sesuatu tenteng lalat karena ada tugas dari gurunya, maka anak itu bakal melihat "segala sesuatu" tepat di bagian atas pencariannya.
Jika demikian, siapa yang salah? Pemerintah yang memblokir situs-situs tertentu saja tapi tidak secara keseluruhan? Atau anak-anak yang keingintahuannya tinggi? Menurut saya, jika terlalu banyak salah-mempersalahkan, masalah sendiri nggak bakal bisa diselesaikan. Ibarat kita menyelesaikan masalah dengan masalah. Kalau mau mempersalahkan search engine juga rasanya nggak tepat. Mereka juga mencari uang. Tidak aneh kalau mereka memuat situs yang banyak dikunjungi sebagai yang paling atas. Nothing personal, it's just bussiness. Kira-kira begitulah.
Lalu bagaimana solusinya? Pakai cara konvensional, perkuat iman dengan ajaran agama, dan akan lebih baik kalau dilakukan di tingkatan keluarga. Kedua dipakaikan software anti-porno yang bakal dirilis. Semoga softwarenya dapat mencegah orang-orang yang belum dewasa untuk mengaksesnya tanpa menimbulkan masalah (jadi sasaran empuk worm, trojan, dan virus untuk berkembang biak).
May GOD Bless Us!

No comments: