Google Search
Monday, December 27, 2010
Piala AFF: Kekalahan Terhormat
Sunday, December 26, 2010
AFF dan Anarkisme Kronik
Tuesday, December 21, 2010
Semangat Natal (Kembali)
Wednesday, September 22, 2010
Filibuster
Friday, August 20, 2010
Elegi Negeri Serumpun: Api Dalam Sekam
Friday, August 13, 2010
Sensor Situs di Indonesia Masih Lemah (?)
Friday, August 6, 2010
Redenominasi: Solusi atau Masalah?
- RUSH. Ini kata yang sepertinya jadi tabu untuk para pelaku ekonomi, terutama perbankan. Demi menghindari kata ini pulalah terjadi kasus Century yang menurut pemberitaan sudah mulai kabur penyelesaiannya. Dengan redenominasi, masyarakat akan terpicu untuk menarik uang sebanyak-banyaknya dan berusaha membeli emas atau barang yang dapat dipakai. Alasannya jelas: Panik! Masyarakat Indonesia memiliki kebaisaan panik, karena kehidupannya selalu berubah-ubah dan kadang serba tidak pasti (hehehehehehehe, meski tidak semuanya juga). Masyarakat Indonesia tipe ini akan memborong barang dan investasi jangka panjang untuk mengamankan hidupnya dan nilai kekayaannya (dalam hal ini uang). Ini dapat terjadi bila masyarakat menganggap sanering dan redenominasi adalah 'makhluk' yang sama persis. Tapi dengan sosialisasi yang baik hal ini dapat saja dihindari.
- KELANGKAAN. Segalanya bakal langka, apapun yang bisa jadi langka akan menjadi langka. Ini efek lanjutan dari rush di atas. Semua orang akan membeli dan menumpuk barang, sehingga barang hilang dari pasaran. Ini juga memungkinkan adanya penimbunan barang temporer oleh penjual untuk menaikkan harga. Lagi-lagi, hal ini bisa dihindari dengan sosialisasi.
- NILAI TUKAR RUPIAH MELEMAH. Ini juga efek yang jelas menyusul bila redenominasi terjadi. Masyarakat akan memborong mata uang asing untuk investasi, sehingga nilai rupiah jatuh. Bila ada pengusaha yang melakukan impor dari luar negeri dan waktu jatuh tempo utangnya bertepatan dengan keadaan ini, bisa jadi akan terjadi kebangkrutan. Ini efek yang menurut saya agak susah dicegah. Apa boleh buat, orang memang seringnya mencari untung meski kecil, kan?
- PASAR MODAL GOYAH . Ini efek tambahan dari redenominasi, di mana orang akan lebih memilih menjual saham lebih dulu dan menunggu kestabilan pasar kembali. Jika kondisinya tidak lama dan tidak ekstrim sebenarnya tidak terlalu masalah. Tetapi kalau sebaliknya, maka usaha-usaha besar bisa ikut goyah juga.
- KEKACAUAN SISTEM AKUNTANSI. Yah, ini lebih menurut pandangan saya. Sistem akuntansi jelas berubah mengikuti redenominasi. Bagi para akuntan, hal ini bisa saja menjadi sesuatu yang njelimet mengingat mereka telah terbiasa dengan sistem lama. Tetapi dengan sedikit penyesuaian, hal ini dapat diatasi.
Thursday, March 4, 2010
Opsi C
Sidang yang sedemikian panjang telah usai. Entah kapan lagi kita bisa melihat langsung kinerja wakil rakyat kita di DPR. Namun kasus belum selesai. Mari berharap saja agar tidak ada orang yang mengacaukan atau merusak harapan bangsa ini untuk penuntasan kasus ini (dan ribuan kasus lainnya di Indonesia).
Wednesday, February 24, 2010
Poker?!
Wednesday, February 17, 2010
Mahasiswa: Antara Ruang Kuliah, Jalanan, dan Tawuran
Tapi yang dilihat masyarakat awam saat ini adalah hal yang sedikit banyak membuat tri dharma ini menjadi kabur. Seperti yang kali ini terjadi (lagi) di kampus saya sendiri. Tawuran antarfakultas hanya karena masalah sepele, biasanya karena saling ejek. Salah satu pihak merasa harga dirinya (atau fakultasnya) terhina dan dilukai, lalu melapor kepada kelompoknya untuk memberikan 'pelajaran baik, yang tidak akan ditemuklan di ruang kuliah. Atau karena salah satu pihak sengaja mencari gara-gara dengan memukul pihak lainnya. Dan sayangnya hal ini terjadi di seluruh Indonesia.
Ada ungkapan yang mengatakan kampus adalah miniatur dari masyarakat, sebuah masyarakat kecil yang menggambarkan masyarakat itu sendiri. Di dalam kampus genta demokrasi digaungkan, sehingga tidak heran mahasiswa seringkali turun ke jalan untuk bersuara. Dalam kampus juga berkembang pola pikir kritis dan ilmiah, di mana semua hal harus memiliki logika dan segala tindakan dilakukan dengan teliti. Dalam kampus yang sangat aristokrat dan ilmiah ini pula sikap barbar dan primitif, yang memang kadang kala dapat kita jumpai di lingkungan masyarakat, dapat kita lihat muncul sesekali bagaikan gejala penyakit yang kadang hilang kadang muncul. Ironis memang, tapi sepertinya dorongan dari "darah muda" yang menggelora dalam dada masih belum dapat diredam sepenuhnya.
Mahasiswa adalah suatu keironisan. Namun mahasiswa juga hari depan bangsa. Pilar masa depan bangsa. Mahasiswa yang mengaku nasionalis sebaiknya sejak sekarang menentukan arahnya sekarang. Apakah ingin mengemban mimpi dan harapan bangsa atau ingin menjadi penghancur bangsa sendiri.
Majulah pendidikan di Indonesia! Semoga saja idealisme mahasiswa tidak menghilang, di kala mereka berada dalam sistem masyarakat.......
Monday, August 31, 2009
Dilema Negara Serumpun
Dalam beberapa minggu ini media berita sangat rajin menggali dan memoles berita yang mereka tayangkan, terutama kasus pengambilan kebudayaan kita yang deingan tegas diakui oleh mereka yang menyebut dirinya sebagai saudara serumpun kita. Sakit juga mendengar bahwa ada lebih dari belasan kebudayaan kita yang diakui oleh mereka. Seperti ditusuk dengan belati beracun dari belakang oleh orang yang kita sebut sebagai keluarga. Dengan entengnya pula. Saya sampai bertanya-tanya, apa artinya kata persaudaraan serumpun di sini? Seharusnya kita saling membangun, namun adanya hubungan yang terjadi adalah parasitisme.
MENGAKUI MILIK BANGSA LAIN SEBAGAI HASIL DARI KEBUDAYAAN LELUHUR SENDIRI MERUPAKAN TINDAKAN YANG MERUGIKAN! SANGAT MERUGIKAN!!
Jika Malaysia mengakui milik bangsa Indonesia sebagai milik leluhurnya, maka secara logika kita dapat menyebut mereka sebagai bagian bangsa kita sendiri, Indonesia. Bukan sebagi sebuah negara yang disebut-sebut sebagai Malaysia. Pernyataan mereka yang menganggap milik bangsa kita sebagai milik leluhurnya ini adalah seakan-akan pernyataan mereka mengakui kedaulatan kita dan patuh taat sebagai bagian dari kita, dalam artian penggabungan bangsa dengan MENGHILANGKAN KEDAULATAN SENDIRI. Meskipun mereka mengakui hal ini adalah sah-sah saja, toh ada bangsa Indonesia yang telah berpindah menjadi bangsa Malaysia, sehingga apapun yang mereka miliki adalah milik kerajaan pula. Ini adalah sebuah kerugian untuk mereka.
Kerugian lainnya adalah rusaknya hubungan diplomatik dua negara. Pengakuan Malaysia yang menyebut asal kebudayaan yang mereka caplok hanya dengan nama wilayah tanpa embel-embel Indonesia dapat dianggap penghinaan pada kedaulatan bangsa Indonesia. Berarti mereka tidak mengakui kedaulatan bangsa Indonesia, negara kita dan orang-orangnya. Maka dari itulah mungkin mereka seringkali melihat bangsa kita dengan cara rendah, seperti yang mereka lakukan pada TKI di sana.
Sedih juga, mengingat sebuah bangsa seharusnya memiliki sebuah kebudayaannya sendiri, yang lahir dari hasil interaksi komunitas-komunitasnya dengan alam di sekitarnya. Bukan hanya mencuri 100 % dari bangsa lain. Terinspirasi boleh, mencuri tidak!
Dengar-dengar katanya mereka bahkan menyebut kita perampok, entah apa alasannya saya tidak tahu pasti. Aneh.
Semoga tidak terjadi perang antarbangsa, karena hal itu adalah hal yang paling buruk dari penyelesaian suatu masalah.
Semoga patriotisme kita terus menggelora dan selalu dikawal dengan logika yang benar dan niat yang baik. Sekian.
Monday, August 3, 2009
Setelah hiatus
Kali ini saya ingin sekali mempostingkan ini. Sudah beberapa hari ini di lingungan saya minyak tanah menghilang dari pasaran. Katanya ini bagian dari program pemerintah untuk mengkonversi minyak tanah menjadi gas. Mungkin wilayah lain di Indonesia sudah mengalami hal ini, tetapi di Makassar hal ini masih terhitung baru. Ya, program konversi ini telah memasuki kota Makassar. Memang pembagian gas gratis sudah dilakukan juga, tapi keluarga saya masih kuatir dalam menggunakannya. Kondisi kompor yang ikut dibagikan tidak sebagus kompor gas yang ideal, hal ini berarti bila ingin menggunakan kompor ini dengan aman harus membeli kompor yang layak. Lalu badan tabung gas yang agak penyok, meskipun sedikit kecil. Belum lagi dari pihak pemerintah yang melakukan penyuluhan ke rumah saya yang memberitahukan bila kompor gas yang dibagikan tidak bisa dipaka memasak lebih dari 15 menit, karena selang gasnya tidak kuat (terbuat dari karet yang jelek). Karena hal ini kami terpaksa memasak dengan memakai kayu bakar.
Program konversi ini menimbulkan efek terhadap lingkungan (sepertinya tidak usah lagi disebutkan tentang efek rumah meledak dan harga gorengan yang ikut naik). Karena tidak semua orang bisa menggunakan gas, dan ditunjang dengan hilangnya minyak tanah di pasaran, maka pohon dikorbankan untuk menjadi bahan bakar. Jumlahnya akan terus merosot apabila keadaan seperti ini berlanjut. Hal yang cukup mengkuatirkan, mengingat katanya kita akan menghadapi el nino (lagi). Sudah dapat dipastikan kita akan mengalami kekeringan parah.
Menurut saya, sebenarnya kita punya solusi yang lebih baik dan cerdas terhadap bahan bakar ini. Bukankah pernah dicetuskan minyak dari biji jarak? Program yang katanya diurus pemerintah ini akhirnya seperti tidak pernah ada gaungnya saat ini, diganti dengan gembar-gembor keuntungan memakai gas yang lebih baik (katanya). Cadangan SDA kita seperti minyak tanah dan gas alam tidak tahu seberapa lama lagi akan ada. Mungkin saja akan habis dalam hitungan belasan tahun. Jika memakai minyak dari jarak yang praktis dan dapat diperoleh terus terusan, hal ini bukan masalah kecil. Seandainya semua pihak memikirkan ini.
Semoga ilmuwan kita bisa membantu memecahkan masalah ini. Terlebih penting lagi, semoga mereka DIDENGARKAN oleh penguasa, demi kebaikan semua rakyat.
May GOD Always Bless US!
Tuesday, June 17, 2008
Interesting site
May GOD Bless Us!
Tuesday, June 10, 2008
Alamat di Wordpress
May GOD Bles Us!
Wednesday, May 28, 2008
Bad thing
Ada banyak dampak yang ditimbulkan naiknya harga BBM. Dampak positifnya (nggak nyangka bakalan ada juga dampak positif ini) adalah kejeniusan orang terpicu untuk mengatsi masalah ini. Kata orang, kejeniusan lahir dalam keadaan tertekan, bukan? Banyak orang kini yang ada ide segarnya dalam membuat alat penghemat bahan bakar ataupun bahan bakar baru. Namun dampak negatifnya adalah gila, kriminalitas meningkat, emosi tak terkendali, kerusakan alam, dan masih ada banyak efek domino lagi.
Yah, toh tidak ada gunanya berkeluh kesah terus. Oh, ya ! Kalau mau lihat web milik presiden SBY, silakan ke sini dan lihat seberapa nggak menariknya (untuk saya, sih :)) web ini. OK that's all!
May GOD Bless Us!
Thursday, May 22, 2008
My Photo: Me and my friends
Kayaknya kurang kelihatan, ya? Saya ada di barisan bawah kedua dari kiri, di bawah yang pakai kacamata. Kalau mau yang detil ada di bawah ini. Baris teratas, keempat dari kanan.
Well, that's me! Saya kuliah di Unhas. Angkatan 2006. GAyanya nggak terlalu keren, ya ?^ ^;
Ok, that's all. May GOD Bless Us!
Monday, May 19, 2008
Selamat hari Kebangkitan Nasional
Sayang banget tim Thomas dan Uber kita kalah di negeri sendiri. Keinginan untuk membawa pulang kedua piala tersebut sebagai hadiah di hari Kebangkitan Nasional rasanya sulit memang sedari awal. Dan kini keinginan itu pun kandas, menunggu kesempatan berikutnya. Tapi saya sangat salut pada tim Uber dan Thomas negeri kita. Terutama tim Uber. Meskipun ada anggotanya yang cidera bahkan sebelum pertandingan dimulai tapi mereka masih memberikan perlawanan yang hebat terhadap Cina di final. Masih segar di ingatan saya saat ganda pertama putri kita bertanding dengan hebatnya. Sampai-sampai yang menonton pun serasa ikut bertanding. Semangat pantang menyerah mereka terasa sekali sampai ke rumah-rumah. Pada saat itu saya merasa untuk sesaat semua rakyat Indonesia merasa sebagai satu kesatuan tanpa ada sekat apapun yang selama ini membatasi kita. Hebat sekali pengaruh olahraga! Seandainya kita terus seperti itu.
Meskipun kalah di semifinal, saya tidak kecewa berat dengan tim Thomas. Mereka bertarung dengan hebat melawan Korea yang memiliki taktik yang lihai untuk masuk ke final. Yah, meskipun rasanya saya agak kecewa dengan performa Taufik saat bertanding, sih. Tapi secara garis besar mereka sudah hebat. Salut bagi mereka!
Kedua hal di atas menurut saya sudah cukup untuk menjadi hadiah bagi bangsa ini sebagai hadiah Hari Kebangkitan Nasional. Perjuangan mereka sangat hebat. Dan hal itulah yang terpenting. Selamat Hari Kebangkitan Nasional!
May GOD Bless Us!
Friday, May 16, 2008
Haloo~~~ (lagi)!
Hari ini saya baru saja mengambil foto angkatan dengan teman-teman saya sejurusan. Mau lihat? Nanti saja. Filenya belum ada. Nanti silakan lihat galeri foto saya sekalian dengan sayanya :).
May God Bless Us!
Saturday, May 10, 2008
Nyaak.. Minyaaak!
Itu artinya:
- Harga gorengan bakalan naik. Alasannya karena bahan bakar naik. Biaya angkut juga naik.
- Biaya ongkos mikrolet ke kampus juga naik. Sudah pasti banget yang satu ini.
- Harga buku & komik juga naik. Kakakku yang kerja di Elex bilang semua harga komik sudah naik 15 ribuan kalo nggak salah. Alasannya karena biaya produksi kertas naik lagi T_T.
- Dan masih banyak lagi.....
Sebagai mahasiswa pastinya hal ini menyulitkan saya. Saya tinggal dengan keluarga kandung, karena saya berkuliah di kota kelahiran sendiri. Tapi bagi orang-orang rantau hal ini pasti menyusahkan sekali. Kata "BBM naik" sama artinya dengan siap-siap puasa Senin-Kamis. Kiriman belum tentu naik. Yah, begitulah.
Hari ini dan seterusnya sepertinya kita akan dibosankan lagi dengan berita-berita demo yang dilakikan oleh semua mahasiswa di seluruh Indonesia. Bakal ada lagi 'api unggun' di jalan. Bakal ada lagi lomba lari maraton menghindari kejaran petugas. Bakal ada lagi teriakan-teriakan keras menentang pemerintah.
Sementara pemerintah akan adem-adem saja duduk di puncak kekuasaan, seolah-olah tidak terjadi masalah di luar sana. Presiden berkunjung ke kota A, maka kota itu (atau cuma yang didatangi Presiden) akan diperbaiki. Kalau bengini, kok, rasanya presiden seperti orang yang diolok-olok, ya? Seperti orang yang dituntun dan tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Dan karena yang dilihatnya baik-baik saja maka dia pun menyatakan demikian. Aneh..
Jadi kepikiran ide bagus, nih. Kali-kali aja ada aktivis yang membaca tulisan orang yang jdai'edan' karena BBM ini. Gimana kalau buat festival musik akbar yang dilakukan di Jakarta, dan pesertanya adalah semua mahasiswa yang berasal dari seluruh universitas di Indonesia. Di situ semuanya nyanyikan lagu-lagu yang menyinggung pemerintah, sama yang seperti dilakukan SLANK. Sepertinya cuma itu caranya untuk menyentuh telinga pemerintah yang sudah rada-rada budeg (maklum produk lama, udah tua gitu). Kalo mereka marah-marah artinya berhasil, kan? Kalo perlu ajakin SLANK sekalian. Kalo bisa juga semua masyarakat liatin acaranya, jadi mereka tau apa yang disuarakan.
Tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan yang tinggi seperti mahasiswa. Jadi kalo bicara pake bahasa tinggi, nggak semua ngerti. Cara terbaik untuk ngertiin mereka, ya, lewat seni (teatrikal ato musik). Sepertinya sudah saatnya menggunakan kemampuan musik untuk bersuara.
Fiuh, uneg-uneg udah dilepaskan. Moga-moga si "gila" ini nggak ditangkap polisi cyber karena dikira memprovokasi *halah!* :). See you next time!
May GOD Bless Us!
Wednesday, May 7, 2008
- googlepages.com. Situs ini adalah salah satu layanan Google. Situs ini menyediakan hosting bagi pengguna gmail untuk membuat homepage pribadi mereka. Cara pengelolaannya hampir mirip dengan Blogger. Cuma untuk pemula seperti saya sepertinya situs ini cukup rumit. Kalau Anda tertarik memiliki homepage sendiri (dan tentunya gratis), silakan mengunjungi situs ini.
- ourblogtemplates.com. Situs ini memiliki beberapa informasi penting bagi siapa pun yang tertarik pada blog, ads, dan apapun yang terkait pada kedua hal tersebut. Di sini juga diberikan tutorial yang membantu bagi siapa pun yang tertat\rik membuat template blognya sendiri.
OK, just it. Untuk saat ini hanya segitu hasil surfingnya. Oh, ya! Ini adalah alamat saya di google pages. Silakan lihat bagaimana googlepages itu sendiri. Terima kasih!
May GOD Bless Us!

